Thursday, June 6, 2013

Catatan sebagai Ingatan

RINGKASAN
MATERI NGAJI POSONAN
PESANTREN & MAJLIS TA’LIM ARROUDLOH ASSALAMIYYAH
النّـــــــــــــــوادر للقليــــــــــــــــــــــــــــــــوبـــى
 و تنقيـــــــــــــــــــــــــح القـــــــــــــــــــــــول
Kitab Tanqihul Qoul karangan dari Syaikh Imam Muhammad Nawawi Al Bantani yang telah mengarang kurang lebih 115 Kitab, lahir di Banten dan beliau wafat dalam usia 84 Tahun dan di makamkan di daerah Makkah Al-Mukarramah.
مقدمة
Semua hadits-hadits Nabi Muhammad SAW adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia yang seperti bintang-bintang, dan Nabi Muhammad SAW diciptakan oleh Allah SWT dengan diberi banyak kemu’jizatan, dan keluarga beliau seperti lampu-lampu sebagai petunjuk, dan para sahabatnya seperti bintang-bintang sebagai petunjuk.
Kitab Tanqihul Qoul ini berisi tentang inti-inti dari hadits Rasulullah SAW.
تنقـيــــــح القـــول الحثـــــيث فى شــــــرح لبــــــاب الحــــــديث
Jangan sampai kita hanya mengambil hadits Rasulullah yang Sahih & Hasan saja, sebab hadits Dlo’if juga banyak yang menerangkan kesunnahan & kemubahan dalam beraktivitas sehari-hari untuk menjalani kehidupan dalam memenuhi Hablum Mina Allah Wa Hablum Mina Annas.
Arti lafadz Bismillah : بسم الله الرّحمن الرّحيم
1.        Ba’ (ب)                             : Bariul Baroya.
2.        Sin (س)                             : Sattaru al Khothoya (Menutupi semua kesalahan)
3.        Mim  (م)                            : Al Mannan bil ‘Athoya (Allah maha pemberi
dengan  segala sesuatu yang diberikan kepada kita)
Kasyiful Balaya (Menghilangkan/agar terhindar Cobaan).
4.        Ar Rahman (الرّحمن)         : Mu’tal Athoya
5.        Ar Rahim (الرّحيم)              : Ghofirul Khothoya (Maha Pengampun terhadap
kesalahan-kesalahan hamba- hambanya).
Isnad adalah cerita atau silsilah yang sampai ke matan atau menceritakan sampai
ke matan.
Matan adalah isi pembicaraan dalam suatu hadits.
Di dalam kitab ini terdapat 40 Bab, dan setiap babnya terdapat 10 hadits,  maka kesimpulan jumlah seluruh hadits dalam kitab ini adalah 400 hadits.

Yang dimaksud maha Agung sifatnya Allah adalah mulia dalam dzat dan sifatnya, dan hanyalah Allah lah yang harus kita mintai pertolongan supaya dapat terhindar dari orang-orang kafir di dalam kita menegakkan agama.
BAB 1
“Menerangkan keutamaan ilmu dan para ulama’
Di dalam Al Quran kita dapat mengambil salah satu ayat yang untuk kita fahami tentang mencari ilmu, kita diharuskan untuk mmencari ilmu, dan salah satu sebagian golongan kita harus ada yang mencari ilmu agama dan ilmu umum, agar supaya kita menjalankan kehidupan dengan seimbang.
BAB 2
“Menerangkan tentang lafadz لا اله الّا الله
Fakhruddin Ar Rozi berkata bahwa lafadz لا اله الّا الله ini di dalam Al Quran ada 37 kalimat :
Banyak bacaan
سورة
Banyak bacaan
سورة
1
النّمل
2
البقرة
2
القصص
4
ال عمران
1
فاطر
1
النّساء
1
الصّافات
2
الأنعام
1
الزّمر
1
الأعراف
3
المؤمن
2
التّوبة
1
الدّخان
1
يونس
1
محمّد
1
الرّعد
2
الحشر
1
النّخل
1
التّغابن
3
طه
1
المزمّل
2
الأنبياء


1
المؤمنين

BAB 3
“Menerangkan tentang lafadz بسم الله الرحمن الرحيم
Hikmah dan Manfa’at dari lafadz بسم الله الرحمن الرحيم :
1.      Semua do’a kaum muslimin tidak akan ditolak oleh Allah SWT (pasti akan dikabulkan) jika diawali dengan membaca بسم الله الرحمن الرحيم, walaupun dikabulkan besok di hari kiamay atau di dalam surga.
2.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم menjadikan beratnya amal timbangan yang bagus ketika besok di hari kiamat.
3.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم sebagai obat berbagai penyakit, baik obat dzahir maupun bathin.
4.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم sebagai lafadz yang untuk sebagai wiridan agar supaya menjadi orang yang kaya, dan terhindar dari kefakiran.
5.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم dapat menjauhkan kita dari api neraka.
6.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم dapat menjauhkan kita dari berbagai bencana.
7.      Lafadz بسم الله الرحمن الرحيم dapat menjauhkan kita dari berbagai fitnah.
Dan semua ini harus dilakukan sebagai dzikiran secara terus-menerus.
BAB 7
“Menerangkan Fadlilah sikat gigi”
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seandainya sikat gigi tidak memberatkan kepada umatku, pasti sudah aku suruh untuk selalu sikat gigi setiap dalam wudlu.

BAB 8
“Menerangkan Fadlilah Adzan”
Di dalam salah satu hadits Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Bilal bin Rabah ketika adzan dengan suara yang lembut & merdu, dan ketika dalam iqamat dengan nada yang cepat, kira-kira selisih waktu dari adzan dan iqamat seperti orang makan sampai selesai.
BAB 9
“Menerangkan tentang Fadlilah Sholat Jama’ah”
Didalam salah satu hadits Rasulullah SAW  menceritakan ada seorang yang buta, dan berkata kepada Rasulullah bahwa dia tidak ada yang menemaninya di jalan untuk berjama’ah, kemudian Rasulullah SAW berkata bahwa orang tersebut diberi kemurahan, lalu dia kembali, tak lama kemudian Rasulullah SAW Mengundangnya lagi sambil  berkata, “Apakah kamu mendengar seruan adzan itu,?”. Lalu orang tersebut menjawab,”Iya Rasul”. Lalu Rasulullah SAW berkata,”Maka engkau segeralah untuk berjama’ah”.
BAB 10
“Menerangkan  tentang Fadlilah Sholat Jum’at”
Setiap malam jum’at, Allah selalu mengampuni dosa-dosa para hambanya, dan sebab hari itu dinamakan dengan hari jum’at adalah :
1.      Karena raga Nabi Adam AS digabungkan dengan ruhnya ketika pada hari jum’at, sebab raga Nabi Adam AS tidak diberi ruh oleh 40 tahun.
2.      Karena Nabi Adam AS bertemu dengan Siti Hawa yang sekian lamanya terpisah dan bertemu kembali pada hari jum’at di Jabal Rahmah.
3.      Karena hari itu adalah hari berkumpulnya para penduduk serta para pemimpin untuk melaksanakan sholat jum’at.
4.      Karena hari kiamat besok jatuh pada hari jum’at.
BAB 11
“Menerangkan tentang Fadlilah Masjid”
Masjid adalah tempat untuk beribadah para kaum muslimin kepada Allah SWT.
BAB 12
“Menerangkan tentang Fadlilah Memakai Sorban”
Syaikh ‘Abdul Qodir Al Jailani bersabda bahwa dimakruhkan jika beliau tidak memakai sorban, karena sorban adalah pakaian khas orang arab, dan Syaikh ‘Abdul Qodir Al Jailani adalah asli penduduk arab, dan jangan sampai berpakaian menyerupai orang-orang ‘Ajam (berbeda dengan bangsanya sendiri).
BAB 13
“Menerangkan tentang Fadlilah Puasa”
Puasa dapat menjadi penghalang untuk masuk neraka, asal puasa tersebut tidak dirusak dengan berdusta dan bergosip.
BAB 14
“Menerangkan tentang Fadlilah Sholat Fardlu”
Ma’na dari gerakan anggota tubuh ketika sholat fardlu :
1.      Mengangkat tangan ketika Takbiratul Ihram
Para hamba seakan-akan merasa tenggelam di dalam laut kesalahan, dan meminta kepada Allah SWT agar supaya segera ditolong dari dalamnya lautan kesalahan serta ma’siyatnya.
2.      Membaca Surat pada saat berdiri
Seakan-akan kita sedang ditegur oleh Allah SWT, sebab semua kesalahan & ma’siyat yang kita perbuat selama ini.
3.      Gerakan tubuh saat membungkuk untuk ruku’
Tangan kita menjulur ke bawah sampai lutut yang seakan-akan kita sudah sangat terdesak dan segera untuk meminta tolong kepada Allah SWT.

4.      Mengangkat tangan ketika akan I’tidal & membaca ربّنا لك الحمد
Kita sedang meminta untuk dimerdekakan atau diampuni seluruh dosa kita.
5.      Sujud yang pertama
Kita agar supaya sadar dengan menempelkan jidat kita ke tanah yang mempunyai pengertian bahwa kita semua terbuat  dari tanah, tidak pantas jika kita sombong hidup di muka bumi ini.
6.      Sujud yang ke dua
Menjelaskan kepada kita bahwa kita akan kembali lagi ke tanah dan akan menempuh masa untuk pembalasan.
7.      Salam yang diawali dengan kanan dahulu
Supaya kita selalu berdo’a agar besok ketika kita menerima buku catatan amal dengan tangan kanan, bukan dengan tangan kiri.
BAB 16
“Menerangkan tentang Fadlilah Zakat”
Zakat itu untuk membersihkan harta dan diri kita. Jika kita kalkulasi, kita itu masih pelit dengan yang kita lakukan terhadap  harta benda kita, sebab sebagai contoh kita menjalankan kewajiban untuk  bayar zakat fitrah, selama setahun kita selalu penuh dosa, dan kita membersihkan itu semua hanya dengan 4 Sha’ atau 2,5 kg dari makan pokok kita semua, agar diri kita bisa bersih.
BAB 17
“Menerangkan tentang Fadlilah Shodaqoh”
Jika kita bershodaqoh dengan ikhlas pada malam atau siang hari, walaupun hanya sangat sedikit, akan tetapi seperti bershodaqoh pada bulan-bulan yang penuh barokah, seperti bulan Rajab, bulan Sya’ban, bulan Ramadlan, hari ‘Id, hari ‘Asyura, hari yang mana pada daerah tersebut kekurangan makanan pokok (musim paceklik) agar supaya kita mendapatkan kesehatan baik dzahir, bathin, harta, keluarga di dunia dan mendapatkan pahala dan ampunan di akhirat.

0 komentar:

Post a Comment