HIKAYAT
99
“Menerangkan Dermawan dan
kikir dalam Suatu Hal yang akan Kembali pada Aslinya”
Orang A’rabi keluar di perjalanan dalam waktu malam hari, sehinnga
dia memutuskan untuk mengunngsi, kemudian dia melihat seseorang yang mempunyai
tempat untuk menginap untuknnya, dan dia menghampiri ke tempat tersebut.
Pemghuni tempat tersebut adalah seorang wanita, ketika wanita itu
melihat orang A’rabi tersebut berkata kepadanya,”Siapakah Kamu,?”. Kemudian
orang A’rabi tersebut menjawab,”Saya Tamu”, kemudian
wanita itu berkata,”Dan ada tujuan apa kamu bertamu disini,?”. Kemudian wanita
tersebut mengambil gandum, lalu dia membuat roti dari gandum itu dan lalu
memakannya tanpa dibagi dengan orang A’rabi tersebut.
Dengan waktu yang tidak begitu lama, tiba-tiba datang seorang
laki-laki, dan ternyata orang tersebut adalah suami wanita kikir itu, kemudian
lelaki itu bertanya kepada orang A’rabi,”Siapakah kamu,?”. Kemudian orang
A’rabi tersebut menjawab,”Saya Tamu”. Tanpa waktu senggang yg tak begitu
lama, lelaki itu menerima kedatangan orang A’rabi tersebut dengan ramah
tamah, dan memberikan minum susu kepadanya. Kemudian Suami tersebut bertanya
kepada orang A’rabi,”Kamu disini tadi tidak diberi makan oleh istriku,?”. Lalu
orang A’rabi tersebut menjawab,”Tidak, demi Allah”. Kemudian suami tersebut
masuk ke dalam rumah menemui istrinya dan marah-marah dan sambil
berkata,”Kenapa kamu tidak memberikan makanan kepada tamu itu,?”. Lalu sang
istri menjawab,”Karena saya tidak merelakan makanan kita diberikan kepada tamu
itu”. Sang suami marah dan memukul kepala istrinya
sampai berdarah, kemudian sang suami keluar dan meminjam untanya orang A’rabi
dan di pinjam untuk disembelihnya, serta sang suami berkata,”Demi Allah, tidak
saya bolehkan bila ada tamu saya yang menginap dalam keadaan lapar”. Setelah
disembelih dan dimasak untuk tamu tersebut, beliau mengganti unta tersebut dg
unta yang lebih bagus dari pada yang disembelih, setelah itu orang A’rabi itu
pamitan dg membawa unta yang lebih bagus tersebut sebagai gantinya dan membawa daging masakan yang masih ada dari
untanya yang sebelumnya telah dimasak dan diberi roti oleh sang suami tersebut.
Maka orang
A’rabi tersebut pergi dan disuatu malam lagi dia melakukan perjalanan dan
dengan situasi dan kondisi tersebut, maka dia terpaksa harus menginap, dan dia
melihat ada rumah dan menginap di situ. Sang pemilik
rumah (perempuan) berkata,”Sipakah kamu,?”. Kemudian dia menjawab,”Aku adalah
tamu”. Kemudian istri tersebut menyambutnya dengan sangat ramah, dan kemudian pergi ke
belakang rumah dan mengambil gandum untuk dibuat roti bakar, setelah roti bakar
itu jadi diberikan kepada orang A’rabi tersebut dan dengan daging ayam yang lezat,
ketika dalam tengah-tengah memakan hidangan itu,
tiba-tiba sang suami datang dan bertanya,”Siapakah Kamu,?”. Kemudian dia
menjawab,”Aku adalah Tamu”. Kemudian suami itu bertanya lagi untuk apa tamu itu datang ke
rumahku dan kemudian masuk ke rumah dan bertanya
kepada sang istri,”Dimanakah makananku,?”.
Kemudian sang istri menjawab,”Makanan kita telah saya suguhkan ke tamu
tersebut”. Lalu suami tersebut berkata sambil
dengan suasana marah,”Siapa yang menyuruh kamu untuk memberikan makanan
kita kepada tamu itu,?”. Dengan marah-marah suami tersebut memukul kepala sang
istri hingga berdarah. Kemudian orang A’rabi tersebut bergumam sendiri melihat
keanehan rumah tangga tersebut, melihat tingkah orang A’rabi begitu, maka suami
tersebut bertanya,”Apa yang kamu tertawakan,?”. Orang
A’rabi menceritakan kisah yang dialaminya kemarin, sebab kejadiannya sama
persis, yang membedakan kalau kemarin yang kikir itu istrinya, tapi suaminya
dermawan, akan tetapi keluargamu kebalikannya, istrimu dermawati, tapi kamu
kikir, mendengar cerita tersebut, sang suami menceritakan kalau istri yang ditemui
orang A’rabi kemarin itu adalah saudara kandungnya, dan suami kemarin itu
saudara istriku.
Hikmah dari
cerita tersebut :
1.
Orang
mempunyai sifat dan berbuat seperti itu dominan besar sebab silsilahnya ada
yang seperti itu.
2.
Jika
nasabnya baik, maka insya Allah keturunannya juga baik, akan tetapin jika
nasabnya kurang baik, mungkin keturunannya juga akan seperti itu.